Monopsoni (Monopsony)
Monopsoni adalah suatu keadaan dimana dalam pasar faktor
produksi (tenaga kerja) hanya ada satu pembeli (sigle buyer). Karena posisinya
sebagai pembeli tunggal, monopsonis (pemilik daya monopsoni) mempunyai
kemampuan menentukan upah.
Perusahaan yang bergerak dalam pasar
faktor produksi persaingan sempurna, keseimbangan perusahaan tercapai pada saat
MRPL = DL = W. Setiap penambahan penggunaan satu tenaga
kerja akan menambah biaya sebesar upah (W) yang kita sebut pengeluaran marjinal
(marginal expenditur atau ME). Karena
posisi perusahaan adalah penerima harga, pengeluaran marjinal adalah sama
dengan pengeluaran rata- rata (average
expenditure atau AE). Singkatnya, keseimbangan perusahaan yang bergerak
dalam pasar persaingan sempurna tercapai bila MRPL = W = ME = AE.
Jika perusahaan mempunyai daya
monopsoni, untuk mencapai keseimbangan, upah yang ditetapkan lebih kecil dari
ME.
Jika
fungsi penawaran tenaga kerja adalah W=f(X), W adalah besarnya tingkat upah dan
X adalah jumlah tenaga kerja yang ditawarkan, maka pengeluaran total atau total expenditure (TE) untuk
mempekerjakan sejumlah tenaga kerja yaitu TE= W . X
Dari kurva diatas keseimbangan monopsonis tercapai apabila
ME= MRPL. Ternyata jumlah
tenaga kerja yang digunakan (Lm) lebih sedikit dibanding dengan jika perusahaan
beroperasi dalam pasar tenaga kerja persaingan sempurna (Lp). Demikian juga
tingkat upah yang ditetapkan (Wm), lebih rendah dari tingkat upah pada pasar
tenaga kerja persaingan sempurna (Wp).
Monopsonis tidak menetapkan upah setingkat Wh (pada saat MRPL=
ME) karena monopsonis melihat bahwa dia dapat membayar upah minimum sesuai
dengan kesediaan tenaga kerja yang digambarkan oleh kurva penawaran tenaga
kerja (Wp= AE). Selisih antara ME dan Wp pada tingkat keseimbangan merupakan
eksploitasi monopsoni (monopsony
exploitation) dalam upaya mencapai laba maksimum. Makin inelastis kurva
penawaran makin besar kemampuan monopsoni melakukan eksploitasi (jarak ME- Wp
makin besar). Ekspoitasi monopsoni merupakan (biaya sosial yang harus
ditanggung masyarakat bila pasar tenaga kerja berstruktur monopsoni).
Monopoli bilateral
Kondisi
monopoli bilateral terjadi bila pekerja memiliki daya monopoli, misalnya
melalui serikat pekerja, sementara perusahaan memiliki daya monopsoni. Dalam
keadaan demikian tingkat upah ditentukan melalui perundingan antara serikat
pekerja dan perusahaan.
Diagram
berikut menunjukkan bahwa interval tingkat harga adalah antara Ws (tingkat
harga yang diinginkan monopsonis) dengan Wm (tingkat harga yang diinginkan
monopolis). Tingkat harga yang ditetapkan tergantung pada posisi tawar menawar
kedua pihak. Bila pihak monopsonis memiliki posisi yang lebih kuat, tingkat
upah akan mendekati atau sama dengan Ws. Sebaliknya, jika posisi pekerja lebih
kuat, tingkat upah akan mendekati atau sama dengan Wm. Namun bukan mustahil
bila tingkat upah kesepakatan adalah Wp yang sama dengan tingkat upah pada
pasar persaingan sempurna.
sumber: Pengantar Ekonomi (Mikro Ekonomi) Pratama Raharja
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar