Minggu, 12 Oktober 2014

Teori Ekonomi


Monopsoni (Monopsony)
Monopsoni adalah suatu keadaan dimana dalam pasar faktor produksi (tenaga kerja) hanya ada satu pembeli (sigle buyer). Karena posisinya sebagai pembeli tunggal, monopsonis (pemilik daya monopsoni) mempunyai kemampuan menentukan upah.
            Perusahaan yang bergerak dalam pasar faktor produksi persaingan sempurna, keseimbangan perusahaan tercapai pada saat MRPL = DL = W. Setiap penambahan penggunaan satu tenaga kerja akan menambah biaya sebesar upah (W) yang kita sebut pengeluaran marjinal (marginal expenditur atau ME). Karena posisi perusahaan adalah penerima harga, pengeluaran marjinal adalah sama dengan pengeluaran rata- rata (average expenditure atau AE). Singkatnya, keseimbangan perusahaan yang bergerak dalam pasar persaingan sempurna tercapai bila MRPL = W = ME = AE.
            Jika perusahaan mempunyai daya monopsoni, untuk mencapai keseimbangan, upah yang ditetapkan lebih kecil dari ME.
Jika fungsi penawaran tenaga kerja adalah W=f(X), W adalah besarnya tingkat upah dan X adalah jumlah tenaga kerja yang ditawarkan, maka pengeluaran total atau total expenditure (TE) untuk mempekerjakan sejumlah tenaga kerja yaitu TE= W . X




Dari kurva diatas keseimbangan monopsonis tercapai apabila ME= MRPL. Ternyata  jumlah tenaga kerja yang digunakan (Lm) lebih sedikit dibanding dengan jika perusahaan beroperasi dalam pasar tenaga kerja persaingan sempurna (Lp). Demikian juga tingkat upah yang ditetapkan (Wm), lebih rendah dari tingkat upah pada pasar tenaga kerja persaingan sempurna (Wp).
Monopsonis tidak menetapkan upah setingkat Wh (pada saat MRPL= ME) karena monopsonis melihat bahwa dia dapat membayar upah minimum sesuai dengan kesediaan tenaga kerja yang digambarkan oleh kurva penawaran tenaga kerja (Wp= AE). Selisih antara ME dan Wp pada tingkat keseimbangan merupakan eksploitasi monopsoni (monopsony exploitation) dalam upaya mencapai laba maksimum. Makin inelastis kurva penawaran makin besar kemampuan monopsoni melakukan eksploitasi (jarak ME- Wp makin besar). Ekspoitasi monopsoni merupakan (biaya sosial yang harus ditanggung masyarakat bila pasar tenaga kerja berstruktur monopsoni).
           


Monopoli bilateral
Kondisi monopoli bilateral terjadi bila pekerja memiliki daya monopoli, misalnya melalui serikat pekerja, sementara perusahaan memiliki daya monopsoni. Dalam keadaan demikian tingkat upah ditentukan melalui perundingan antara serikat pekerja dan perusahaan.

Diagram berikut menunjukkan bahwa interval tingkat harga adalah antara Ws (tingkat harga yang diinginkan monopsonis) dengan Wm (tingkat harga yang diinginkan monopolis). Tingkat harga yang ditetapkan tergantung pada posisi tawar menawar kedua pihak. Bila pihak monopsonis memiliki posisi yang lebih kuat, tingkat upah akan mendekati atau sama dengan Ws. Sebaliknya, jika posisi pekerja lebih kuat, tingkat upah akan mendekati atau sama dengan Wm. Namun bukan mustahil bila tingkat upah kesepakatan adalah Wp yang sama dengan tingkat upah pada pasar persaingan sempurna.

 sumber: Pengantar Ekonomi (Mikro Ekonomi) Pratama Raharja


                                                                                                                                      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar