Minggu, 01 Juni 2014

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2011-2012




Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

1. Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2011


Meski gejolak ekonomi dunia terus berlangsung, namun sepanjang 2011 lalu Indonesia masih mampu mencatat pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus. Badan Pusat Statistik (BPS) Senin (6/2) mengumumkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2011 lalu sebesar 6,5%.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS, Suryamin menyebutkan, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2011 tercatat sebesar 6,5% dengan pembentukan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 1.931,3 triliun. Secara kumulatif, PDB Indonesia pada 2011 berdasarkan harga berlaku mencapai Rp 7.427,1 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan sebesar Rp 2.463,2 triliun.

Ia menambahkan, jika melihat pencapaian pertumbuhan ekonomi 2011 dengan realisasi PDB kuartal IV yang sebesar Rp 624 triliun, angka itu tumbuh 6,46% ketimbang periode yang sama pada 2010.

Tapi, kalau dibandingkan dengan PDB kuartal III 2011, PDB kuartal IV turun sekitar 1,3%. "Penurunan PDB kuartal IV ini merupakan siklus, karena penurunan juga terjadi pada kuartal IV dibanding kuartal III, pada 2009 dan 2010. Tapi penurunanya relatif mengecil," ujar Suryamin, Senin (6/2).

Suryamin menjelaskan, pada 2011 lalu terjadi pertumbuhan di semua sektor ekonomi. Pertumbuhan tertinggi, kata Suryamin, terjadi di sektor pengangkutan dan komunikasi yang tumbuh 10,7%, sektor perdagangan, hotel dan restoran tumbuh 9,2%, sedangkan sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan tumbuh 6,8%.

Jika dilihat dari sektor industri, penyumbang terbesar PDB 2011 berasal dari industri pengolahan 24,3%, pertanian 14,7%, perdagangan, hotel dan restoran sebesar 13,8%. Meski sektor pertanian masih tumbuh, tapi kalau dilihat tiga tahun berturut-turut pertumbuhan sektor pertanian terus menurun. Pertumbuhan industri pertanian pada 2009 dan 2010 masing-masing 15,3%, sedangkan industri pengolahan masing-masing 26,4% dan 24,8%. "Ada pergeseran dari sektor primer ke sekunder dan tersier," terang Suryamin.

Sementara itu, dari sisi penggunaan, Suryamin bilang, laju PDB 2011 bisa dilihat dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga 4,7%, konsumsi pemerintah 3,2%, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 8,8%, ekspor 13,6%, dan impor 13,3%. Distribusi PDB-nya adalah 54,6% konsumsi rumah tangga, 9% belanja pemerintah, 32% PMTB, 26,3% ekspor, serta impor 24,9%. "Dari hasil penghitungan kami sejak 2006, setiap 1% pertumbuhan menyerap sekitar 400.000-450.000 tenaga kerja. Namun untuk 2011 kami belum punya data, masih dihitung," imbuhnya.

Dilihat dari sisi distribusinya, PDB 2011 masih didominasi Pulau Jawa sebesar 57,6%. Lalu diikuti oleh Pulau Sumatera 23,5%, Kalimantan 9,6%, Sulawesi 4,6%, dan wilayah lain 4,7%.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2011 cukup menggembirakan. Pasalnya, meski sedang terjadi krisis global, tapi Indonesia masih bisa tumbuh 6,5%. "Kalau kita bandingkan dengan krisis 2009, kita tumbuh 4,6%, dan sekarang dalam kondisi krisis kita bisa tumbuh 6,5%," ungkapnya.

Selain itu, Agus bilang pada 2011 lalu peran dari investasi cukup terlihat yaitu sebesar 8%. "Sekarang kita bisa capai 6,5%, peran dari investasi sangat mencolok, kita harapkan nanti pertumbuhan di tahun 2012 investasi bisa tumbuh 10%," katanya.

Untuk 2011, koreksi dilakukan untuk pertumbuhan ekonomi kuartal I, II, dan III. Pertumbuhan kuartal II, yang tadinya 6,49% diralat menjadi 6,43%. Sementara pertumbuhan kuartal II, yang tadinya 6,52% jadi 6,45%, sedangkan kuartal III dari 6,54% jadi 6,46%.

2.a. Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2012

Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga konstan 2000 pada tahun 2012
mencapai Rp2.618,1 triliun, naik Rp153,4 triliun dibandingkan tahun 2011 (Rp2.464,7 triliun). Bila dilihat berdasarkan harga berlaku, PDB tahun 2012 naik sebesar Rp819,1 triliun, yaitu dari Rp7.422,8 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp8.241,9 triliun pada tahun 2012.





Perekonomian Indonesia pada tahun 2012 tumbuh sebesar 6,23 persen dibanding tahun 2011,dimana semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Sektor Pengangkutan dan Komunikasi yang mencapai 9,98 persen, diikuti oleh Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran 8,11 persen, Sektor Konstruksi 7,50 persen, Sektor Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan 7,15 persen, Sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih 6,40 persen, Sektor Industri Pengolahan 5,73 persen, Sektor Jasa-Jasa 5,24 persen, Sektor Pertanian 3,97 persen, dan Sektor Pertambangan dan Penggalian 1,49 persen. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2012 mencapai 6,81 persen yang berarti lebih tinggi dari pertumbuhan PDB. Sektor Industri Pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap total pertumbuhan PDB,dengan sumber pertumbuhan sebesar 1,47 persen. Selanjutnya diikuti oleh Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, dan Sektor Pengangkutan dan Komunikasi yang memberikan sumber pertumbuhan masing-masing 1,44 persen dan 0,98 persen.


2.b. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2012

Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2012 yang digambarkan oleh PDB atas dasar harga konstan 2000 turun sebesar 1,45 persen dibanding triwulan sebelumnya (q-to-q). Penurunan tersebut mengikuti pola triwulanan yaitu mengalami kontraksi pada triwulan IV setelah terjadi kenaikan pada triwulan III. Kontraksi pada triwulan IV-2012 ini disebabkan Sektor Pertanian mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 23,06 persen karena siklus musiman. Sementara sektor-sektor lainnya selama triwulan IV-2012 mengalami pertumbuhan positif yaitu: Sektor Konstruksi tumbuh 4,02 persen,Sektor Listrik, Gas dan Air Bersih tumbuh 3,34 persen, Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran tumbuh 2,74 persen, Sektor Pengangkutan dan Komunikasi tumbuh 2,00 persen, Sektor Jasa-Jasa tumbuh 1,96 persen, Sektor Industri Pengolahan tumbuh 1,41 persen, Sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan tumbuh 1,23 persen, dan Sektor Pertambangan dan Penggalian tumbuh sebesar 0,20 persen.

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012:
  • Ekspor
Ekspor tersebut turun karena harga komoditas, permintaan global yang menurun akibat krisis ekonomi   Menurunnya ekspor banyak terjadi di produk – produk komoditas utama yaitu kelapa sawit mentah, timah , tembaga, karet.
  • Harga minyak dunia
Harga minyak dunia berfluktuatif melihat perkembangan di timur tengah yang terutama terjadi di Iran. Ketergantungan Indonesia pada import minyak  berakibat buruk pada pertumbuhan ekonomi di Indonesi
  • Krisis hutang eropa
Adanya krisis global dipicu kesulitan keuangan di zona eropa menyebabkan menurunnya ekspor di Indonesia, kerena eropa merupakan salah satu tujuan ekspor utama Indonesia.
referensi :
http://kelompokinsurance.wordpress.com/2013/06/16/analisis-faktor-faktor-penentu-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-dan-pasar-modal-indonesia/



Tidak ada komentar:

Posting Komentar