Nama :
Fitriana Wulandari
NPM :
23213553
Kelas :
4EB01
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Sejarah akuntansi merupakan sejarah internasional. Akuntansi mengalami
pasang surut perkembangan. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi perkembangan
akuntansi. Faktor tersebut antara lain lingkungan politik dan ekonomi serta
organisasi profesi. Namun seiring dengan perkembangannya, akuntansi telah
meraih keberhasilan besar dalam kemampuannya hingga diterapkan dari satu
kondisi nasional ke kondisi lainnya Akuntansi dilakukan pengembangan
terus-menerus dalam bidang teori dan praktek di seluruh dunia.
Seiring dengan kekuatan ekonomi Amerika Serikat yang tumbuh selama paruh
pertama abad ke-20, kerumitan masalah-masalah akuntansi muncul secara bersamaan
pula. Sekolah-sekolah bisnis membantu perkembangan tersebut dengan meneruskan
bidang-bidang masalah dan pada akhirnya mengakuinya sebagai suatu disiplin ilmu
akademik sendiri pada berbagai sekolah tinggi dan universitas. Setelah Perang
Dunia II, pengaruh akuntansi semakin terasa dengan sendirinya pada Dunia Barat,
khususnya di Jerman dan Jepang.
Faktor yang sama juga dapat dilihat secara langsung di Negara-negara
seperti Brasil, Israel, Meksiko, Philipina, Swedia dan Taiwan. Berkebalikan
dengan sifat warisan akuntansi yang internasional tersebut adalah bahwa di
banyak Negara, akuntansi tetap merupakan masalah nasional, dengan standar dan
praktik nasional yang melekat sangat erat dengan hukum nasional dan aturan
profesional. Hanya terdapat sedikit pemahaman atas ketentuan yang sejenis
dengan Negara lain. Namun demikian, akuntansi melayani manusia dan organisasi
yang lingkup keputusannya semakin internasional. Mengatasi berbagai asumsi mengenai
sejarah akuntansi ini telah lama menjadi perhatian baik bagi para pengguna
maupun penyusun informasi akuntansi. Dalam tahun-tahun terakhir, usaha-usaha
institusi untuk mempersempit perbedaan dalam pengukuran, pengungkapan dan
proses auditing di seluruh dunia semakin intensif dilakukan. Penetapan standar
akuntansi umumnya melibatkan gabungan kelompok sektor swasta dan publik yang
terdiri dari profesi akuntansi dan kelompok lain yang dipengaruhi oleh proses
pelaporan keuangan seperti pengguna dan penyusun laporan keuangan dan para
karyawan. Peranan dan pengaruh kelompok – kelompok ini dalam penetapan
standar akuntansi berbeda dari satu negara ke negara lain. Apabila usaha-usaha mengurangi perbedaan
akuntansi internasional merupakan sesuatu yang penting di satu sisi, sekarang
ini terdapat sejumlah faktor tambahan yang turut menambah pentingnya
mempelajari akuntansi internasional. Faktor-faktor ini tumbuh dari pengurangan
yang signifikan dan terus-menerus hambatan perdagangan dan pengendalian modal
secara nasional yang terjadi bersamaan dengan kemajuan dalam teknologi
informasi. Pengendalian nasional terhadap arus modal, valuta asing, investasi
asing langsung, dan transaksi terkait telah diproses secara dramatis dalam
beberapa tahun terakhir, sehingga mengurangi hambatan-hambatan terhadap bisnis
internasional.
Kemajuan dalam teknologi informasi juga menyebabkan perubahan radikal
dalam ekonomi produksi dan distribusi. Produksi yang terintegrasi secara vertikal
tidak lagi menjadi bukti model operasi yang efisien. Hubungan informasi, secara
global dan seketika memberi makna bahwa produksi semakin dialihkontrakkan
kepada siapa saja dengan ukuran apa pun dimana saja di dunia yang memiliki
kemampuan terbaik dalam melakukan suatu pekerjaan atau suatu bagian dari
pekerjaan tersebut. Hubungan wajar timbal-balik yang menjadi karakter hubunngan
perusahaan dengan pemasok, perantara dengan pelanggan mereka digantikan dengan
hubungan kerja sama global dengan pemasok, pemasok dari pemasok, perantara,
pelanggan, dan pelanggan dari pelanggan.
B. Rumusan
Masalah
Rumusan masalah dalam penulisan makalah ini
adalah sebagai berikut:
1.
Bagaimana
pengamatan tentang standar dan praktik akuntansi?
2.
Bagaimana
perkembangan IFRS di negara Uni Eropa?
3.
Bagaimana
sistem akuntansi di negara Prancis?
4.
Bagaimana
sistem akuntansi di negara Inggris?
C. Tujuan
Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini
adalah sebagai berikut:
1. Agar dapat memahami bagaimana standar dan
praktik akuntansi.
2. Agar dapat memahami perkembangan IFRS di
negara Uni Eropa.
3. Agar dapat memahami sistem akuntansi di dua
negara Eropa yaitu Prancis dan Inggris.
D. Manfaat
Penulisan
Penulisan makalah ini diharapkan dapat
memberikan manfaat bagi para pembaca, khususnya dalam memberikan informasi
mengenai akuntansi komparatif di dua negara maju Eropa yakni Prancis dan
Inggris serta menjadi negara terkuat dalam sistem perekonomiannya.
BAB II
PEMBAHASAN
Akuntansi
komparatif adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip
akuntansi antar negara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi
dalam bidang kewenangan pajak, auditing, dan bidang akuntansi lainnya.
Pengetahuan khusus tentang akuntansi dalam sebuah negara diperlukan untuk
menganalisis laporan keuangan negara tersebut. Akuntansi Komparatif Eropa berfokus
pada lima anggota Uni Eropa (EU) : Republik Ceko, Prancis, Jerman, Belanda, dan
Inggris. Prancis, Jerman, dan Belanda merupakan anggota asli Masyarakat Ekonomi
Uni Eropa ketika organisasi tersebut didirikan pada tahun 1957. Inggris
bergabung pada tahun 1973. Keempat Negara ini memiliki ekonomi yang berkembang
pesat dan merupakan rumah bagi banyak perusahaan multinasoinal terbesar dunia.
Keempat Negara tersebut merupakan beberapa pendiri International Accounting
Standards Committee (sekarang lebih dikenal dengan International Accounting
Standard Board, atau IASB), dan memiliki peranan penting dalam mengatur
agendanya, Republik Ceko merupakan sebuah Negara dengan perekonomian yang
“berkembang”. Pada tahun 1989 saat anggota blok Soviet telah pecah, Negara ini
berubah dari sebuah ekonomi terencana menjadi ekonomi pasar. Perkembangan
akuntansi di Negara tersebut merupakan gambaran dari Negara-negara lain dalam
blok Soviet, Republik Ceko bergabung dalam Uni Eropa pada tahun 2004.
A. Beberapa
Pengamatan Tentang Standar dan Praktik Akuntansi
Standar akuntansi merupakan regulasi atau peraturan yang mengatur
pengolahan laporan keuangan. Susunan standar merupakan proses perumusan standar
akuntansi. Jadi, standar akuntansi merupakan hasil dari susunan standar. Namun,
dalam praktiknya masih saya menyimpang dari standar yang telah ditetapkan. Ada
tiga alasan mengapa masih ada yang menyimpang dari standar yang telah
ditetapkan, yaitu:
1)
Dibanyak
negara hukuman untuk kegagalan dengan pernyataan akuntansi resmi dianggap lemah
atau tidak efektif. Perusahaan tidak selalu mengikuti standar-standar yang ada
jika tidak dipaksa.
2)
Perusahaan
bisa dengan sukarela melaporkan lebih banyak informasi daripada yang
diharuskan.
3)
Beberapa
negara mengijinkan perusahaan untuk keluar dari jalur standar akuntansi jika
hal tersebut bisa menggambarkan hasil operasi dan posii keuangan perusahaan
dengan lebih baik.
Susunan standar akuntansi biasanya
menggabungkan kombinasi dari kelompok-kelompok sektor umum dan sektor swasta.
Sektor swasta meliputi profesi akuntansi dan kelompok-kelompok lain yang
dipengaruhi oleh proses pelaporan keuangan. Sektor umum meliputi
perwakilan-perwakilan seperti petugas pajak, perwakilan pemerintah yang
bertanggung jawab atas hokum komersial, dan komisi keamanan.
Hubungan antara standar akuntansi dan praktik
akuntansi sangat rumit, dan tidak selalu bergerak dalam gerakan satu arah.
Praktik bisa dipengaruhi dalam oleh tekanan pasar, seperti tekanan-tekanan yang
berhubungan dengan persaingan pendapatan dalam pasar modal.
Perusahaan-perusahaan yang bersaing bisa begitu saja memberikan informasi
diluar apa yang diharusksansebagai tanggapan terhadap permintaan informasi oleh
investor dan yanglainnya. Jika permintaan akan informasi tersebut cukup kuat,
standar bisa diubah untuk menutup informasi yang awalnya bersifat sukarela.
B. IFRS
Dalam Uni Eropa
Kecenderungan dalam laporan keuangan
menghadap kearah kewajaran penyajian, setidaknya bagi laporan keuangan
gabungan. Pada tahun 2002, Uni Eropa menyetujui sebuah aturan akuntansi yang
mengharuskan semua perusahaan Uni Eropa yang terdaftar dalam sebuah pasar resmi
untuk mengikuti IFRS dalam laporan keuangan gabungan mereka, dimulai pada tahun
2005. Negara-negara anggota dibebaskan untuk memperluar persyaratan ini bagi
semua perusahaan bukan hanya perusahaan yang terdaftar, termasuk laporan
keuangan perusahaan pribadi. Persyaratan Uni Eropa untuk menggunakan IFRS
dilima negara yang diteliti dalam bab ini. Penggabungan laporan keuangan bisa
diharapkan dimna IFRS diperlukan, tapi perbedaannya tetap ada ketika tidaak ada
penggabungan.
Untuk memahami akuntansi di Eropa, seseorang
harus bisa memahami IFRS dan persyaratan akuntansi setempat. Banyak perusahaan
akan memilih untuk mengikuti persyaratan setempat diperusahaan-perusahaan di
mana IFRS digunakan. Sebagai contoh, perusahaan tersebut bisa saja menganggap
IFRS tidak sesuai atau terlalu rumit untuk kebutuhuhan mereka. Sehingga, kami
memberikan sebuah tinjauantentang IFRS dalam bagian ini.
1.
Persyaratan IFRS
Perancis
|
Inggris
|
|
Perusahaan terdaftar-laporan keu. gabungan
|
Diharuskan
|
Diharuskan
|
Perusahaan terdaftar-laporan keuangan
perusahaan pribadi
|
Dilarang
|
Dibolehkan
|
Perusahaan tdk terdaftar-laporan keu.
gabungan
|
Dibolehkan
|
Dibolehkan
|
Perusahaan tdk terdaftar-laporan keuangan
perusahaan pribadi
|
Dilarang
|
Dibolehkan
|
2. Laporan keuangan
Laporan keuangan IFRS terdiri atas neraca
gabungan, laporan laba-rugi, laporan kas, laporan perubahan ekuitas (atau
laporan laba rugi dan pengeluaran yang diakui), dan catatan penjelasan.
Ungkapan catatan harus mencakup:
·
Kebijakan
akuntansi yang diikuti
·
Penilaian
yang dibuat oleh manajemen dalam menetapkan kebijakan akuntansi yang penting
·
Asumsi
utama mengenai masa depan dan sumber-sumber penting tentang ketidakpastian
estimasi
Informasi komparatif hanya dibutuhkan untuk
periode terdahulu. Tidak ada persyaratan IFRS untuk menunjukan lapotan keuangan
entitas peruahaan induk sebagai tambahan bagi nlaporan keuangan gabungan.
Persyaratan IFRS juga tidak ada untuk menghasilkan laporan keuangan sementara.
Penggabungan didasarkan pada control, yang merupakan kekuatan untuk mengaturc
kegiatan keuagan dan operasi entitas lain. Secara umum, semua cabang harus
digabungkan bahkan jika kontrolnya bersifat sementara atau cabang beroperasi di
bawah pembatasab transfer-dana jangka panjang yang ketat. Kewajaran penyajian
diperlukan. IFRS bisa dikesampingkan hanya dalam keadaan yang sangat jarang
untuk mencapai kewajaran penyajian. Ketika IFRS dikesampingkan, pengaruh alam,
pertimbangan dan keuangan awal dari IFRS harus diungkapkan.
3.
Patokan Akuntansi
Dalam IFRS, semua kombinasi bisnis dianggap
sebagai pembelajaran. Goodwill merupakan perbedaan antara harga pasar dari
pertimbangan yang ada dan harga pasar dari asset cabang, kewajiban, dan
kewajiban bersayarat. Goodwill yang negatir harus segera diakui dalam
pendapatan. Entitas-entitas yang dokontrol bersama-sama bisa dibukukan, baik
untuk gabungan yang proporsional atau metode ekuitas. Penanaman modal dalam
perusahaan gabungan dibukukan dengan metode ekuitas.
Translasi laporan keuangan dari operasi asing
didasarkan pada konsep mata uang fungsional. Mata uang fungsional merupakan
lingkaran ekonomi utama di mana entitas asing tersebut beroperasi. Mata uang
tersebut bisa berupa mata uang yang sama yang digunakan oleh perusahaan induk
untuk menyususn laporan keuangannya atau mata uang yang berbeda, mata uang
asing. (a) jika entitas asing memiliki mata uang fungsional yang berbeda dari
mata uang dalam laporan perusahaan induk, maka laporan keuangannya akan
ditranslasikan dengan menggunakan metode tariff yang ada dengan penyesuaian
hasil transalasi yang dicakup dalam ekuitas pemegang saham. (b) jika entitas
asing memiliki mata uang yang sama dengan mata uang laporan perusahaan induk,
laporan keuangan ditranslasikan sebagai berikut :
·
Tingkat
akhir tahun untuk artikel moneter
·
Tingkat
bursa berdasarkan tanggal transaksi untuk artikel
non-moneter yang diterima pada nilai perolehan
·
Tingkat
bursa berdasarkan tanggal penilaian untuk artikel non-moneter yang diterima
pada nilai wajar
Penyesuaian transalasi dimasukkan dalam
pendapatan periode yang sednag berjalan. (c) jika entitas asing memiliki mata
uang fungsional dari sebuah ekonomi dengan inflasi yang sangat tinggi, laporan
keuangannya pertama kali diulangi untuk efek inflasi, selanjutnya ditranslasikan
dengan menggunakan metode tarif yang telah dijelaskan sebelumnya.
Asset dinilai berdasarkan harga perolehan
atau harga pasar. Jika metode yang digunakan , revaluasi harus digunakam secara
teratur dan semua barang dari kelas tertentu harus dinilai kembali. Pinjaman
keuangan dikapitalisasi dan diamortisasi, sementara pinjaman operasional pada
dasar yang sistematis, biasanya membayar utang pinjaman pada dasar garis lurus.
C. Sistem
Akuntansi Keuangan Negara Prancis
Prancis merupakan penyokong utama dunia dalam
kesamaan akuntansi nasional. Menteri Ekonomi Nasional menyetujui Plan Comptable
General formal yang pertama pada September 1047. Plant Comptable General berisi
:
·
Tujuan
dan prinsip laporan dan akuntansi keuangan
·
Definisi
asset, utang, ekuitas pemeganga saham, pendapatan, dan pengeluaran
·
Aturan-aturan
dan valuasi pengakuan
·
Daftar
akun, persyaratan penggunaannya, dan persyaratan tata buku dan lainnya yang
telah distandardisasi
·
Contoh
laporan keuanangan dan aturan presentasinya
Perintah penggunaan daftar akun nasional yang
sama tidak membebani bisnis Prancis karena ketentuannya sangant diterima dalam
praktik. Akuntansi Prancis sangat terhubung dengan ketentuan yang memungkinkan
untuk mengabaikan fakta bahwa legislasi komersil dan undang-undang perpajakan
yang mengatur banyak akuntansi dan laporan keuangan Prancis yang sebenarnya.
Undang-undang pajak penghasilan yang pertama dibuat pada tahun 1914, dengan
demikian menghubungkan perpajakan dan keharusan untuk menyimpan catatan akuntansi.
Dasar utama untuk regulasi akuntansi di
Prancis adalah Undang-undang Akuntansi 1983 dan Dekrit Akuntansi 1983, yang
menjadikan Plan Comptable General suatu kewajiban bagi semua perusahaan. Setiap
perusahaan harus membuat sebuah panduan akuntansi jika dianggap perlu untuk
memahami dan mengatur proses akuntansi.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Ada lima perusahaan besar yang terlibat dalam
penyusunan atandar di Prancis :
1.
Counseil
National de la Comptabilite, atau CNC (Badan Akuntansi Nasional)
2.
Comite de
la Reglementation Comptable, atau CRC (KOmite Regulasi Akuntansi)
3.
Autorite
des Marches Financiers, atau AMF (Otoritas Pasar Keuangan)
4.
Ordre
des Experts-Comptable, atau OEC (Institute Akuntan Publik)
5.
Compagnie
National des Commissaires aux Comptes, atau CNCC (Institute Nasional
Undang-undang Auditor)
CNC terdiri dari 58 anggota yang mewakili
profesi akuntansi, pegawau sipil, dan atasan, persatuan dagang, dan
kelompok-kelompok sektor swasta lainnya. Sebuah Urgent Issue Committee
tergabung dalam CNC untuk menyelesaikan masalah-masalah akuntansi yang
memerlukan resolusi yang cepat. Penunjukkan dalam CNC sangat bergengsi, dan
rekomendasinya sangat berbobot.
Oleh karena kebutuhan akan cara penyediaan
otoritas pengaturan yang luwes dan cepat untuk standar akuntansi. CRC didirikan
pada tahun 1998. CRC mengubah pengaturan dan rekomendasi CNC menjadi
regulasimyang mengikat.
Perusahaan-perusahaan Prancis secara
tradisional kurang bergantung pada pasar modal daripada sumber-sumber keuangan
lainnya. Organisasi Prancis-AMF- yang sepadan dengan Securities and Exchange AS
memiliki pengaruh penting yang terbatas pada susunan standar akuntansi. AMF
mengawsai masalah-masalah pasar yang baru dan operasi pasara regional dan
nasional. AMF memiliki otoritas untuk mengeluarkan aturan laporan dan
pengungkapan tambahan untuk perusahaan yang terdaftar. AMF bertanggung jawab
untuk melaksanakan pemenuhan persyaratan laporan oleh perusahaan-perusahaan
Prancis yang terdaftar. Ada dua divisi yang memeriksa kepatuhannya. Division of
Corporate Finance (SOIF) mengadakan sebuah tinjauan umum tentang
aspek-aspek hokum, ekonomi, dan keuangan dari berkas-berkas dokumen AMF
(termasuk laporan tahunan). Accounting Division (SACF) memeriksa kepatuhan
standar akuntansi.
Praktik akuntansi public dan hak untuk
mendapatkan gelar expert-comptable dibatasi untuk para anggota OEC, yang
terikat dengan klien untuk menjaga dan meninjau catatan akuntansi dan
mempersiapkan laporan keuangan. OEC berada dibawah yurisdiski Menteri Ekonomi
dan Keuangan.
Sebaliknya, CNCC berada dibawah yurisdiski
Menteri Kehakiman. Menurut undang-undang hanya auditor resmi yang boleh
mengaudit dan memberikan opini tentang laporan keuangan. Audit di Prancis
secara umum sama dengan padanannya ditempat lain. Namun, auditor Prancis harus
melapor kepada auditor Negara bagian untuk setiap tindakan criminal yang mereka
dapati selama masa audit.
AMF bertanggung jawab untuk mengawasi audit
perusahaan-perusahaan yang terdaftar. Namun, AMF bergantung pada komite CNCC
untuk melakukan tinjauan mutu audit demi kepentingannya. Dengan penetapan
bersama AMF, CENA memeriksa audit dari setiap perusahaan yang terdaftar
sedikitnya sekali dalam 6 tahun. Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan dalam
kasus-kasus dimana pekerjaan auditor dianggap tidak sempurna.
Laporan Keuangan
Perusahaan di Prancis harus melaporkan
hal-hal berikut :
1.
Neraca
2.
Laporan
laba rugi
3.
Catatan
atas laporan keuangan
4.
Laporan
direktur
5.
Laporan
auditor
Laporan keuangan dari semua perusahaan
dan perusahaan kewajiban terbatas lainnya di atas ukuran tertentu harus
diaudit. Perusahaan-perusahaan besar juga harus mempersiapkan dokumen-dokumen
yang berhubungan dengan pencegahan kebangkrutan bisnis dan sebuah laporan
nasional, yang keduanya merupakan ciri khas Prancis.
Untuk memberikam tinjauan yang baik dan
benar, laporan keuangan harus disiapkan sesuai dengan legislasi dan dengan
keyakinan yang baik. Fitur signifikan dalam laporan keuangan Prancis adalah
persyaratan untuk penulisan catatan kaki yang ekstensif dan rinci, termasuk
hal-hal berikut :
·
Penjelasan
pengukuran aturan yang digunakan (misalnya kebijakan akuntansi)
·
Perlakuan
akuntansi untuk barang dengan mata uang asing
·
Laporan
perubahan dalam asset tetap dan depresinya
·
Rincian
provisi
·
Rincian
setiap revaluasi
·
Laporan
utang dan piutang menurut waktunya
·
Daftar
anak perusahaan dan pembagian saham
·
Jumlah
tanggungan pensiun dan kepentingan pengunduran diri lainnya
·
Rincian
pengaruh pajak pada laporan keuangan
·
Jumlah
rata-rata karyawan yang diurutkan menurut kategorinya
·
Analisis
perputaran menurut aktivitas dan secara geografis
Laporan direktur mencakup sebuah tinjauan
tentang aktivitas perusahaan selama satu tahun, prospek masa depan perusahaan,
kejadian penting pasca-disusunnya neraca, aktivitas riset dan pengembangan, dan
sebuah ringkasan tentang hasil perusahaan selama lima tahun terakhir. Laporan
keuanagan dari perusahaan komersil harus diaudit, kecuali untuk perusahaan
kecil, kewajiban terbatas, dan kemitraan.
Perusahaan-perusahaan yang terdaftar harus
memberikan laporan sementara per enam bulan dan dimulai pada tahun 2003, hasil
dari kegiatan lingkungan mereka. Di antara hal yang lain, harus ada informasi
yang diberikan untuk :
·
Pemakaian
air, bahan baku, dan energy, dan tindakan yang diambil untuk meningkatkan
efesiensi energy
·
Aktivitas
untuk mengurangi polusi di udara, air, atau tanah, termasuk polusi suara, dan
biayanya
·
Jumlah
penyisihan untuk risiko terkait lingkungan
Undang-undang Prancis juga berisi ketentuan
yang ditujukan untuk mencegah kebangkrutan. Pemikirannya adalah bahwa
perusahaan yang memiliki pemahaman yang baik tentang masalah keuangan internal
mereka dan mempersiapkan proyeksi yang aman bisa menghindari masalah keuangan
dengan lebih baik. Maka, perusahaan-perusahaan yang lebih besar mempersiapkan 4
dokumen: laporan arus kas, laporan perubahan posisi keuangan atau laporan arus
kas, laporan estimasi laba rugi, dan sebuah rencana bisnis. Dokumen-dokumen ini
tidak diaudit, tapi hanya diperiksa oleh auditor. Dokumen-dokumen tersebut
hanya dikirimkan kepada dewan direktur dan perwakilan pegawai. Jadi, informasi
ini dirancang sebagai sebuah sinyal peringatan awal internal untuk manajemen
dan pekerja.
Patokan Akuntansi
Perusahaan-perusahaan Prancis yang terdaftar
mengikuti IFRS dalam laporan keuangan gabungan mereka, dan
perusahaan-perusahaan yang tidak terdaftar juga mempunyai pilihan ini. Namun,
semua perusahaan Prancis harus mengikuti regulasi tetap dari ketentuan pada
tingkat perusahaan pribadi. Akuntansi untuk perusahaan pribadi merupakan dasar
hokum untuk membagikan deviden dan menghiting penghasilan wajib pajak.
Asset-asset berwujud biasanya dihiting
berdasarkan nilai perolehan. Walaupun revaluasi diperbolehkan , tetap dikenakan
pajak sehingga jarang ditemukan dalam prakteknya. Asset-asset didepresiasikan
menurut ketentuan pajak, biasanya dengan menggunakan metode garis lurus atau
saldo menurun. Persediaan harus dihitung pada nilai terendah atau nilai yang
dapat dicapai dengan menggunakan metode first in, first out (FIFO) atau metode
rata-rata tertimbang.
Biaya riset dan pengembangan dibebankan pada
saat terjadinya, tapi bisa dikapitalisasi dalam keadaan-keadaan tertentu. Jika
dikapitalisasi, biaya riset dan pengembangan harus diamortisasi kurang dari
lima tahun. Asset-asset yang dipinjamkan tidak dikapitalisasi, dan biaya sewa
dibebankan. Kepentingan pensiun dan pengunduran diri biasanya dibebankan ketika
dibayarkan, dan tanggungan masa depan jarang diakui sebagai hutang. Adanya
hubungan antara catatan parusahaan dan pajak penghasilan, perusahaan tidak
menghitung pajak yang ditangguhkan dalam laporan keuangan pribadi. Simpanan
wajib harus diadakan dengan perhitungan 5% dari penghasilan per tahun hingga
simpanannya sesuai dengan 10% modal awal.
Dengan adanya pengecualian, antara Prancis
mengenai laporan keuangan gabungan yang mengikuti pendekatan isi pokok laporan
kewajaran penyajian daripada bentuknya. Dua pengecualian tersebut yaitu bahwa
utang untuk kepentingan pasca-pekerjaan tidak harus diakui dan pinjaman
keuangan tidak perlu dikapitalisasi. Pajak-pajak yang ditangguhkan dihitung
menggunakan metode kewajiban, dan dipotong ketika pembalikan perbedaan waktu
bisa diperkirakan. Metode pembelian biasanya digunakan untuk menghitung
kombinasi bisnis. Goodwill biasanya dikapitalisasi dan diamortisasi ke dalam
pendapatan, tapi tidak ada jangka waktu tertentu periode amortisasi yang
spesifik.
D. Sistem
Akuntansi Keuangan Negara Inggris
Akuntansi di Inggris berkembang sebagai
sebuah ilmu tunggal, secara pragmatis merespons terhadap kebutuhan dan praktik
bisnis. Seiring waktu, secara berturut-turut undang-undang perusahaan
menambahkan susunan dan persyaratan lainya, tapi masih memperbolehkan
fleksibilitas akuntan dalam penerapan nilai professional. Sejak tahun 1970-an,
sumber paling penting untuk pengembangan dalam undang-undang perusahaan
adalah EU Directives, terutama Fourth dan Seventh Directive.Pada
saat yang sama, standar akuntansi dan proses penyusunan standar telah menjadi
lebih otoritatif.
Warisan akkuntansi Inggris pada dunia
sangatlah mendasar. Inggris merupakan Negara pertama di dunia yang
mengembangkan sebuah profesi akuntansi seperti yang kita kenal saat ini. Konsep
kewajaran penyajiandari hasil dan posisi keuangan (kebenaran dan kewajaran)
juga berasal dari inggris. Pemikiran akuntansi professional dan praktiknya
dikirimkan ke Australia, Kanada, Amerika Serikat, dan semua bekas jajahan
inggris termasuk hong kong, india, Kenya, selandia baru, Nigeria, singapura,
dan afrika selatan.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Dua sumber utama untuk standar akuntansi
keuangan di Kerajaan Inggris adalah undang-undang perusahaan dan profesi
akuntansi. Kegiatan perusahaan – perusahaan yang tergabung di Kerajaan Inggris
secara luas diatur oleh undang-undang yang disebut undang-undang perusahaan.
Undang-undang tersebut telah diperbarui, diperluas, dan digabungkan selama
bertahun-tahun. Sebagai contoh, pada tahun 1991 EU
Directive diimplementasikan, menambahkan aturan hukum yang menyangkut
ketentuan format, prinsip akuntansi, dan akuntansi dasar. Perusahaan –
perusahaan boleh memilih dar format neraca alternative dan empat format akun
laba dan rugi. Undang-undang tahun 1981 juga menetapkan 5 prinsip akuntansi
dasar:
1.
Pendapatan
dan beban disesuaikan dengan dasar akrual
2.
Aset
dan Kewajiban individu dalam setiap golongan asset dan kewajiban dihitung
secara terpisah
3.
Prinsip
konservatisme (kehati-hatian) diterapan, khususnya dalam pengenalan penghasilan
yang didapat dan semua kewajiban dan kerugian yang ditemukan.
4.
Penerapan
kebijakan akuntansi yang konsisten diharuskan dari tahun ke tahun.
5.
Prinsip
perusahaan yang terus berjalan bisa diterapkan untuk entitas yang seang
dihitung.
Undang-undang tersebut berisi aturan valuasi
yang luas yang didalamnya akun bisa didasarkan pada harga perolehan atau biaya
sekarang.
Companies Act pada tahun 1985 menggabungkan
dan memperluas legislasi lebih awal dan diubah pda tahun 1989 untuk
mengakui EU Seventh Directive. Undang-undang ini menfharusakan adanya
penggabungan lapoan keuangan, walaupaun penggabungan sudah merpakan praktik
standar. Ketentuan hukum merupakan sesuatu yang umum dan memungkinkan adanya
fleksibilitas dalam penerapan atar kasus.
Enam dewan akuntansi di Kerajaan Ingris
berikut ini dihubungkan memaliu Consultative Committee of Accountancy Bodies (CCAB),
yang dibentuk pada tahun 1970.
1.
The
Institute of Chartered Accountants In England and Wales
2.
The
Institute of Chartered Accountants In England in Ireland
3.
The
Institute of Chartered Accountants In England in Scotland
4.
The
Association of Chartered Certified Accountants
5.
The
chartered Institute on Managemant Accountants
6.
The
Chartered Institute of Public Finance and Accountancy
Hingga 2000, standar audit merpakan tanggung
jawab sebuah dewan dari CCAB. Pada tahun tersebut Accountancy
Foundation dibentuk untuk mengatur dan mengawasi profesi audit.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan Inggris merupakan yang
paling komprehensif di dunia. Laporan keuangan biasanya mencakup:
1.
Laporan
direktur
2.
Akun
laba dan rugi serta neraca
3.
Laporan
arus kas
4.
Laporan
keseluruhan laba dan rugi
5.
Laporan
kebijakan akuntansi
6.
Catatan
yang direferensikan dalam laporan keuangan
7.
Laporan
auditor
Laporan direktur menyebutkan aktivitas pokok
bisnis, tinjauan operasi dan perkembangan yang akan terjadi, kejadian penting
pasca penyusunan neraca, dividen yang dianjurkan, nama-nama direktur pemegang
sahamnya, dan kontribusi politik serta sumbangan amal. Perusahaan-perusahaan
yang terdaftar harus menyertakan laporan mengenai penguasaan bersama dengan
pengungkapan mengenai gaji direktur, komite audit dan kendali internal, dan
sebuah pernyataan bahwa perusahaan berjalan dengan baik. Laporan keuangan harus
memberikan pandangan yang adil dan benar mengenai keadaan dan keuntungan
perusahaan. Untuk mencapai hal ini, informasi tambahan mungkin diperlukan, dan
dalam keadaan tertentu persyaratannya bisa dikesampingkan. Yang terakhir
dikenal juga dengan “ Pengesampingan yang adil dan benar”.
Laporan keuangan grup hanya diwajibkan untuk
neraca perusahaan induk. Kendali “perusahaan” cabang terjadi ketika perusahaan
induk. Keistimewaan lain laporan keuangan inggris adalah bahwa perusahaan –
perusahaan kecil dan menengah dibebaskan dari banyaknya kewajiban laporan
keuangan. Companies Act yang menentukan criteria ukuran perusahaan.
Penghitungan Akuntansi
Inggris memperbolehkan adanya metode akusisi
dan penggabungan akuntansi untuk kombinasi bisnis. Namun syarat-syarat
penggunaan metode penggabungan sangat terbatas sehingga hamper tidak pernah
digunakan. Di bawah metode akusisi, goodwilldihitung sebagai selisih
antara harga pasar dari uang yang dibayarkan dan harga pasar dari asset bersih
yang diakusisi.
Aset-aset bisa dihitung pada harga perolehan,
biaya sekarang, atau menggunakan gabungan keduanya. Jadi , revaluasi tanah dan
bangunan diperbolehkan. Depresiasi dan amortisasi harus berhubungan dengan
dasar perhitungan yang digunakan untuk asset-aset yang mendasarinya.
Pinjaman yang menggantikan risiko dan
penghargaan kepemilikan kepada penyewa dikapitalisasi dan kewajiban sewa
ditunjukkan sebagai utang. Biaya provisi pension dan kepetingan pengunduran
diri lainnya harus dihitung secara sistematis dan rasional pada periode selama
jasa pegawai ditunjukkan.
Semua perusahaan inggris diizinkan untuk
menggunakan IFRS alih alih GAAP Inggris yang baru saja dijelaskan, jadi
inisiatif Uni Eropa pada tahun 2005 untuk perusahaan-perusahaan yang terdaftar
diperluas untuk perusahaan – perusahaan Inggris yang tidak terdaftar juga.
BAB
III
PENUTUP
PENUTUP
Perkembangan akuntansi di Uni Eropa ini
berfokus pada Perancis, Jerman, Belanda dan Inggris karena ke-empat negara ini
memiliki ekonomi yang kuat dan berkembang pesat. Mereka juga menjadi pendiri
International Accounting Standards Committee atau sekarang Internasional
Accounting Standard Board (IASB). Sedangkan Republik Ceko dipilih karena
sebelumnya merupakan bagian dari blok Soviet, sehingga untuk mengetahui
bagaimana perkembangan akuntansi di negara bekas blok Soviet. Masing-masing
negara memiliki system akuntansi yang berbeda-beda sesuai dengan kebijakan
negara tersebut, maksudnya interpretasi system akuntansi yang sekarang IFRS
tersebut berbeda-beda yang telah dijelaskan secara rinci pada bab diatas.
Akuntansi akan terus dan terus berkembang untuk memperoleh system akuntansi
yang baik.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar