Nama : Fitriana Wulandari
NPM : 23213553
Kelas : 4EB01
|
AKUNTANSI INTERNASIONAL
Akuntansi
internasional adalah akuntansi yang mencakup semua perbedaan prinsip, metode
dan standar di semua negara, termasuk prinsip akuntansi (GAAP) yang ditetapkan
di tiap- tiap negara. Perbedaan akuntansi ini dikarenakan faktor perbedaan
geografi, politik, ekonomi, sosial, dan hukum. Maka dari itu, mau tidak mau
akuntan harus menguasai semua prinsip akuntansi yang berlaku di semua negara. [pendekatan
akuntansi internasional menurut weirich(Belkaoui, 1985)].
Sejarah akuntansi dan
akuntan, memperlihatkan perubahan yang terus menerus, suatu proses yang
tampaknya dilalui akuntansi secara konsisten. Pada suatu waktu, akuntansi lebih
mirip sistem pencatatan bagi jasa-jasa perbankan tertentu dan bagi rencana
pengumpulan pajak. Kemudian muncul pembukuan double entry untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan usaha perdagangan.
Industrialisasi dan pembagian tenaga kerja memungkinkan untuk dibuat suatu
analisa perilaku biaya dan adanya akuntansi manajerial. Munculnya perusahaan
modern merangsang pelaporan keuangan dan auditing periodik. Beberapa waktu yang
lalu, akuntansi memperlihatkan kemampuannya untuk menarik perhatian publik
melalui akuntansi dan pengukuran sumber daya manusia, pelaporan dan audit atas
tanggungjawab sosial berbagai organisasi. Saat ini akuntansi beroperasi antara
lain dalam lingkungan perilaku, sektor publik dan Internasional. Akuntansi
menyediakan informasi bagi pasar modal-pasar modal besar, baik domestik maupun
internasional. Akuntansi telah meluas kedalam area konsultasi manajemen dan
melibatkan lebih besar porsi teknologi informasi dalam sistem dan prosedurnya.
Dengan demikian akuntansi jelas tanggap terhadap stimulus lingkungan.
Menurut Choi dan Muller (1998; 1) Bahwa ada tiga kekuatan utama yang mendorong bidang akuntansi internasional kedalam dimensi internasional yang terus tumbuh, yaitu:
Menurut Choi dan Muller (1998; 1) Bahwa ada tiga kekuatan utama yang mendorong bidang akuntansi internasional kedalam dimensi internasional yang terus tumbuh, yaitu:
1)
faktor lingkungan,
2)
Internasionalisasi dari disiplin
akuntansi,
3)
Internasionalisasi dari profesi
akuntansi.
Ketiga faktor tersebut dalam
perjalanan/perkembangan akuntansi sangat berperan dan menentukan arah dari
teori akuntansi yang selama bertahun-tahun dan dekade banyak para ahli
mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk mengembangkan teori akuntansi dan
ternyata mengalami kegagalan dan hal tersebut menyebabkan terjadinya evolusi
dari ”theorizing” ke “Conceptualizing”.
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN AKUNTANSI INTERNSIONAL
Perkembangan Ilmu
Akuntansi Internasional merupakan bagian suatu fungsi dari sebuah lingkungan
bisnis dimana ia beroperasi, dan ilmu ini digunakan untuk mencatat transaksi
bisnis. Pada awalnya akuntansi menggunakan sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) di Italia pada
abad ke 14 dan 15. Sistem pencatatan berganda (double entry bookkeeping) diperkenalkan oleh Lucas Pacioli pada
tahun 1447. Lucas Pacioli sebenarnya bukan seorang akuntan, tetapi ia adalah
seorang pemuka agama (pendeta) yang ahli matematika, dan pengajar pada beberapa
universitas terkemuka di Italia. Lucas Pacioli merupakan orang yang pertama kali
mempublikasikan prinsip-prinsip dasar double
accounting system dalam bukunya berjudul “Summa the arithmetica geometria
proportioni et proportionalita” di tahun 1494. Banyak ahli sejarah yang
berpendapat bahwa prinsip dasar double
accounting system bukanlah ide murni Pacioli namun ia hanya memaparkan atau
menelaah praktek akuntansi yang ada di sekitarnya karena ilmu akuntansi
sebenarnya sudah ada di masyarakat dari zaman dahulu yang pencatatan akuntansinya
dilakukan dengan cara mencatat di batu,
kulit kayu dll. Pacioli hanya merangkum praktek tersebut, mengembangkannya lalu
mempublikasikannya. Hal ini diakui sendiri oleh Pacioli: “Pacioli did not claim
that his ideas were original, just that he was the one who was trying to
organize and publish them. He objective was to publish a popular book that
could be used by all, following the influence of the venetian businessmen
rather than bankers”. Praktek bisnis dengan metode Venezia yang menjadi acuan
Pacioli menulis buku tersebut telah menjadi metode yang diadopsi tidak hanya di
Italia namun hampir disemua negara Eropa seperti Jerman, Belanda, dan Inggris.
Pacioli memperkenalkan tiga catatan
penting yang harus dilakukan:
1.
Buku Memorandum, adalah buku catatan
mengenai seluruh informasi transaksi bisnis.
2. Jurnal, dimana transaksi yang
informasinya telah disimpan dalam buku memorandum kemudian dicatat dalam
jurnal.
3. Buku Besar, adalah suatu buku yang
merangkum jurnal diatas. Buku besar merupakan centre of the accounting system
“ Pembukuan ala Italia “ kemudian
beralih ke Jerman untuk membantu para pedagang zaman Fugger dan kelompok
Hanseatik. Pada saat bersamaan filsuf bisnis Belanda mempertajam cara
menghitung pendapatan periodic dan pemerintah Perancis menerapkan keseluruhan
sistem dalam perencanaan dan akuntabilitas pemerintah.
Tahun 1850-an double entry bookkeeping mencapai Kepulauan Inggris yang
menyebabkan tumbuhnya masyarakat akuntansi dan profesi akuntansi publik yang
terorganisasi di Skotlandia dan Inggris tahun 1870-an. Praktik akuntansi
Inggris menyebar ke seluruh Amerika Utara dan seluruh wilayah persemakmuran
Inggris. Selain itu model akuntansi Belanda diekspor antara lain ke Indonesia,
Sistem akuntansi Perancis di Polinesia dan wilayah-wilayah Afrika dibawah
pemerintahan Perancis. Kerangka pelaporan sistem Jerman berpengaruh di Jepang,
Swedia, dan Kekaisaran Rusia.
·
Identifikasi
faktor yang mempengaruhi perkembangan dunia akuntansi
a.
Sumber pendanaan
Pada negara yang memiliki pasar
ekuitas yang kuat, akuntansi memiliki fokus atas seberapa baik manajemen
menjalankan perusahaan sehingga perusahaan dapat memperoleh laba (profitabilitas),
dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan
risiko terkait. Sedangkan dalam Negara yang menerapkan sistem berbasis kredit,
memiliki fokus atas perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang
konservatif.
b.
Sistem hukum
Dunia barat mempunyai dua orientasi dasar yaitu hukum
kode (sipil) dan hukum umum (kasus). Hukum kode diambil dari hukum Romawi dan
kode napoleon. Di Negara-negara yang menerapkan hukum kode, aturan akuntansi
digabungkan dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap serta mencakup
banyak prosedur. Sedangkan hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus
tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap. Aturan
akuntansi menjadi adaptif dan inovatif karena ditetapkan oleh organisasi
professional sector swasta.
c.
Perpajakan
Di kebanyakan Negara, peraturan pajak secara efektif
menentukan standar karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam
akun mereka untuk mengklaimnya guna keperluan pajak. Namun, ketika akuntansi
keuangan dan pajak terpisah, kadang-kadang aturan pajak mengharuskan penerapan
prinsip akuntansi tertentu, yang berbeda dengan prinsip akuntansi keuangan.
d.
Ikatan politik dan ekonomi
Banyak Negara berkembang yang menerapkan system
akuntansi yang dikembangkan oleh bangsa lain, entah karena paksaan ataupun
karena keinginan sendiri. Seperti contoh sistem pencatatan double entry yang berawal di italia kemudian menyebar di Eropa,
Inggris mengekspor akuntan dan konsep akuntansi di seluruh wilayah kekuasaannya,
pendudukan Jerman pada saat Perang Dunia II menyebabkan Perancis menerapkan plan comptable. USA memaksa rezim
pengatur akuntansi bergaya USA di Jepang pada saat Perang Dunia II.
e.
Inflasi
Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya
histories dan mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu Negara untuk
menerapkan perubahan terhadap akun-akun perusahaan.
f.
Tingkat Perkembangan Ekonomi
Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang
dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama.
Masalah akuntansi seperti penilaian aktiva tetap dan pencatatan depresiasi yang
sangat relevan dalam sector manufaktur menjadi semakin kurang penting.
g.
Tingkat Pendidikan
Standar praktik akuntansi yang sangat rumit akan
menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan. Pengungkapan
mengenai resiko efek derivative, misalnya, tidak akan informatif kecuali jika
dibaca oleh pihak yang berkompeten.
h.
Budaya
Budaya berarti nilai-nilai dan perilaku yang dibagi
oleh suatu masyarakat. Variasi budaya mendasari pengaturan kelembagaan di suatu
Negara.
·
Negara yang
dominan dalam perkembangan praktek akuntansi
a.
PRANCIS
Prancis merupakan pendukung utama akuntansi nasional
di dunia. Ciri khusus akuntansi di Prancis adalah terdapatnya dikotomi antara laporan
keuangan perusahaan secara tersendiri dengan laporan keuangan kelompok usaha
yang dikonsolidasikan. Hukum memperbolehkan perusahaan Prancis untuk mengikuti
Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) atau bahkan prinsip akuntansi
yang diterima umum diAS (GAAP) dalam menyusun laporan keuangan konsolidasi.
b.
JEPANG
Akuntansi dan pelaporan keuangan di Jepang
mencerminkan gabungan berbagai pengaruh domestik dan internasional. Dua badan
pemerintah yang terpisah bertanggung jawab atas regulasi akuntansi dan hukum
pajak penghasilan perusahaan di Jepang memiliki pengaruh lebih lanjut pula.
Pada paruh pertama abad ke-20, pemikiran akuntansi mencerminkan pengaruh Jerman;
pada paruh kedua, ide-ide dari AS yang berpengaruh. Akhir-akhir ini, pengaruh
badan Badan Standar Akuntansi Internasional mulai dirasakan dan pada tahun 2001
perubahan besar terjadi dengan pembentukan organisasi sector swasta sebagai
pembuat standar akuntansi. Akuntansi di Jepang sedang dibentuk ulang agar
sesuai dengan IFRS.
c.
AMERIKA SERIKAT
Akuntansi di
Amerika Serikat diatur oleh Badan Sektor Swasta (BadanStandar Akuntansi
Keuangan, atau Financial Accounting Standards Boardi –FSAB), namun sebuah
lembaga pemerintah (Komisi Pengawas Pasar Modalatau Securities Exchange
Commission – SEC) juga memiliki kekuasaan untuk menerapakan standarnya sendiri.
Sumber:
Frederick
D.S. Choi, dan Gary K. Meek, International Accounting, Jakarta: Salemba
Empat,2005.
emmy.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/17734/bab+1.ppt
http://www.belajarakuntansionline.com/pengertian-akuntansi-internasional-menurut-para-ahli/
http://rotualilis.blogspot.co.id/2014/04/sejarah-dan-perkembangan-akuntansi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar