Selasa, 03 Desember 2013

BAB 2 Perusahaan dan Lingkungan perusahaan

 BAB 2  
Perusahaan dan Lingkungan perusahaan

1.  Pengertian Perusahaan
   Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula yang tidak. Bagi perusahaan yang terdaftar di pemerintah, mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaannya. Badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi.

2.  Tempat kedudukan dan letak perusahaan
Tempat kedudukan perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut. Tempat kedudukan perusahaan pada umumnya dipengaruhi faktor kelancaran hubungan antara lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan, pelanggan, dan sebagainya.
Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik/pabrik. Letak perusahaan dipengaruhi faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang efisiensi perusahaan terutama dalam kaitannya dengan biaya.
Ada 4 jenis lokasi perusahaan:
  1. Lokasi perusahaan yang terikat pada alam. Letak perusahaan ini sangat ditentukan oleh sumber-sumber alam. Jadi, tidak dapat ditentukan oleh manusia. Sebagai contoh, usaha pertanian dan pertambangan. Letak perusahaan pertambangan minyak bumi harus berada di tempat dimana ada minyak bumi.
  2. Lokasi perusahaan berdasarkan sejarah. Yakni perusahaan menjalankan aktivitas usahanya di suatu daerah tertentu hanya dapat dijelaskan berdasarkan sejarah. Contoh, perusahaan batik yang letaknya hanya di Jakarta. Kenapa harus di Yogya tidak di Pematang Siantar? Ini hanya dapat dijelaskan berdasarkan sejarah.Demikian pula untuk membuka usaha dodol Garut, tentu harus berlokasi di Garut, tidak di makassar.
  3. Lokasi perusahaan yang ditetapkan pemerintah. Yakni suatu perusahaan hanya dapat menjalankan aktivitasnya pada tempat atau daerah yang ditentukan atau ditetapkan pemerintah terlebih dahulu. Misalnya, letak perusahaan pemeliharaan babi, atau letak pabrik senjata. Letak usaha-usaha tersebut biasanya ditetapkan oleh  pemerintah karena pertimbangan tertentu.
4.    Lokasi yang dipengaruhi oleh factor ekonomi. Misalnya dekat dengan bahan baku, dekat dengan pasar, dekat dengan penyedia tenaga-kerja, dekat dengan penyedia sumber energi, iklim, ongkos transport, dan tenaga air.

3.   Perusahaan dan lembaga sosial
Tujuan Pendirian Perusahaan:
·  Tujuan ekonomis
Berkenaan dengan upaya perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya.
Contoh : Menciptakan laba, pelanggan, keinginan konsumen, tenaga produk, kualitas, harga, kuantitas, pelanggan (inovatif).
·  Tujuan social
Perusahaan memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia, factor-faktor produksi, maupun masyarakat luas.
Kedua tujuan tersebut saling mendukung untuk mencapai tujuan utama perusahaan, yaitu memberi kepuasan kepada keinginan konsumen ataupun pelanggan.

perusahaan sebagai suatu sistem:
          Suatu kesatuan dari unit-unit yang saling berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam hal mencapai tujuan tertentu. Perusahaan adalah suatu sistem karena merupakan kombinasi dari berbagai sumber ekonomi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses produksi serta distribusi barang dan jasa untuk mencapai hal tertentu antara lain keuntungan, pemenuhan kebutuhan masyarakat,maupun tanggung jawab sosial.
1.Kepada pemilik modal         : pengelolaan keuangan dan kemajuan perusahaan.
2. Kepada lembaga peneliti  : membantu pendanaan.
3. Kepada pekerja            : membayar gaji dan memenuhi fasilitas kerja karyawan.
4. Kepada konsumen             : menyediakan barang dan jasa yang bagus.
5. Kepada pemerintah          : membayar pajak.
Sifat sistem perusahaan
·   Kompleks.
·   Sebagai suatu kesatuan / unit.
·   Sifatnya beragam.
·   Saling tergantung.
·         Dinamis.
Fungsi-fungsi Perusahaan
Ada 2 fungsi perusahaan apabila kedua fungsi tersebut dijalankan dengan lancer, terkoordinir, terintegrasi dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.
  • Fungsi operasi
Pembelian dan produksi, pemasaran, keuangan, personalia, fungsi operasi utama perusahaan, akuntansi, administrasi, teknologi informasi, transformasidan komunikasi, pelayanan umum dan uu, fungsi operasi penunjang.
  • Fungsi manajemen
Perencanaan, pengorganisasian, pengarah, pengendalian.
Bila keduanya berjalan dengan baik perusahaan akan menjalankan operasinya dengan lancer, terkoordinasi, terintegrasidalam rangka mencapai tujuan.
Ciri-ciri Perusahaan
Mencerminkan kekhasan yang membuat perusahaan bersangkutan mudah dikendali.
Ciri umumnya :
  • Operatif
Adanya aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan kegiatan produksi, penyedia / distribusi barang dan jasa.
  • Koordinatif
Diperlukan koordinasi semua pihak agar saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan.
  • Regular
Untuk mencapai kesinambungan perusahaan diperlukan keteraturan yang dapat mendukung aktivitas agar dapat selalu bergerak maju.
  • Dinamis
Lingkungan selalu berubah oleh karena itu mampu mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap perubahan.
  • Formal
Tunduk kepada peraturan yang berlaku setelah memenuhi persyaratan pendirian,
  • Lokasi
Perusahaan didirikan pada suatu tempat tertentu dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.
  • Pelayanan Bersyarat
Keberhasilan perusahaan tersebut terhadap visi dan misi dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.

4.      Berbagai macam lingkungan perusahaan dan pengaruhnya terhadap perusahaan
jenis-jenis lingkungan perusahaan dan pengaruhnya terhadap perusahaan :
a. Lingkungan Eksternal
  tidak langsung berpengaruh terhadap kegiatan perusahaan. Lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel di luar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren di dalam lingkungan sosial ataupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi di dalam lingkungan kerja (industri) organisasi. Variabel-variabel eksternal ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu ancaman dan peluang, Lingkungan eksternal perusahaan dapat dibedakan menjadi :
b. Lingkungan Internal
Lingkungan internal adalah kekuatan-kekuatan yang berada didalam perusahaan dan masih dapat dikontrol oleh perusahaan. Lingkungan internal berpengaruh dalam kompetensi atau kinerja sebuah perusahaan. Kekuatan-kekuatan yang terdapat di dalam perusahaan meliputi : pekerja, dewan komisaris, dan pemegang saham.
5.   Pendekatan Dalam Bisnis dan Lingkungan

Kesempatan bisnis serta bisnis itu akan selalu dipengaruhi oleh lingkungan. Hubungan antar bisnis dengan lingkungan sangat erat. Perusahaan yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan akan tersingkir dari kancah persaingan bisnis. Hubungan antar bisnis dengan dengan lingkungan kemudian ditelaah oleh para usahawan. Pada mulanya telaah dilakukan secara tradisional yaitu mereka beranggapan bahwa bisnisnyalah yang merupakan hal yang terpenting atau yang menduduki titik sentral sedangkan lingkungan merupakan hal sekunder yang mengelilingi bisnisnya. Pandangan tradisional tersebut sering disebut dengan yang berorientasi produsen atau “Producer Oriented Aproach”. Pandangan itu memang cocok dengan kondisi saat itu , dimana pada saat itu keadaannya disebut sebagai “seller’s market”, yang artinya produsen masih langka sehingga barang apapun yang dihasilkan akan selalu terjual.

Akan tetapi keadaan itu berubah, dimana pengusaha menjadi bertambah banyak dan masyarakat menjadi lebih selektif sehingga timbulah persaingan yang ketat diantara para pengusaha. Hanya pengusaha yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumenlah yang mampu bertahan. Keadaan ini disebut “buyer’s market” atau “pasar pembeli” yaitu keadaan dimana pembeli yang akan menentukan semuanya dan bukan bukan penjual. Dalam hal ini berlaku suatu ungkapan “pembeli adalah raja”.

Dalam hal ini siapa yang berhasil mendekati konsumen dialah yang akan bertahan dalam kancah persaingan bisnis. Pada saat seperti inilah pengusaha harus pandai melihat factor lingkungan. Jadi dalam hal ini yang merupakan factor yang sentral adalah masyarakat atau konsumen sedangkan pengusaha atau bisnisman mengelilinginya untuk melayani kebutuhan secara lebih baik sesuai dengan selera konsumen. Pandangan ini disebut “Consumer Oriented Approach” atau “pendekatan yang berorientasi konsumen”.

Sumber:
Banu Swastha,DH,SE,MBA, Pengantar Bisnis Modern,Liberty,Yogyakarta,1993
Pandji Anoraga,Manajemen bisnis,Rineka Cipta, 1997
http://uiita.wordpress.com/2012/12/09/perusahaan-dan-lingkungan-perusahaan-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar